Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menanggung Beban, Umi Pipik Menangis Pilu Dengar Curhat Abidzar Al Ghifari Sang Putra Tertuanya Bersama Uje

Umi Pipik menangis mendengar curhatan Abidzar al Ghifari dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV beberapa waktu silam.

Umi Pipik menangis mendengar curhatan Abidzar al Ghifari dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV beberapa waktu silam. /Tangkapan layar YouTube @TransTV Official

Pipik Dian Irawati atau yang akrab disapa Umi Pipik sempat menjadi sorotan publik usai kabar yang diungkapkannya tentang poligami yang dilakukan sang almarhum suaminya, Ustaz Jefri Al Buchori atau yang akrab disapa Uje.


Sejumlah nama dari Jennifer Dunn hingga Oki Setiana Dewi sempat muncul diduga sebagai istri ketiga Uje. Namun, ternyata baik Jennifer Dunn ataupun Oki Setiana Dewi menampik kabar tersebut. Dengan tegas menyatakan bukan merekalah istri ketiga Uje yang disebut-sebut dari kalangan publik figur.


Hingga kini, Umi pipik pun masih menutup rapat nama istri kedua dan ketiga dari Uje. Terlepas dari kabar poligami yang dilakukan almarhum Uje. Nama Umi Pipik dan putra-putrinya kembali menjadi sorotan usai pemberitaan tersebut. Bahkan sejumlah video ketika Umi Pipik diwawancarai bersama dengan anak keduanya dari Uje Abidzar Al Ghifari kembali muncul di kolom pencarian.


Seperti diketahui Abidzar Al Ghifari adalah anak kedua pasangan Umi Pipik dan Uje yang sekaligus merupakan putra atau anak laki-laki tertua yang digadang-gadang oleh sebagian warganet dan fans Uje untuk menjadi penerus Uje sebagai pendakwah.


Abidzar yang tumbuh dengan sangat baik kini terjun ke dunia hiburan mengikuti jejak Uje dan ibundanya dulu yang juga sempat berkecimpung di dunia hiburan sebelum akhirnya menjadi seorang pendakwah.


Sebagai seorang putra dengan 'embel-embel' nama besar sang ayah Ustaz Jefri al Buchori atau Uje ternyata bukanlah hal mudah bagi Abidzar. Baginya bayang-bayang Uje sebagai pendakwah yang populer saat itu menjadikannya memiliki tambahan beban karena selalu diidentikan dengan sang ayah.


"Orang-orang pengennya aku keliatan seperti almarhum kan (Uje, red) ya. Tapi itu ga sesuai sama aku, aku pengennya lebih free aja," kata Abidzar dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV Official beberapa waktu lalu.


Abidzar al Ghifari, anak kedua sekaligus putra tertua pasangan Umi Pipik dan almarhum Uje memeluk erat ibunya, Umi Pipik, dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV beberapa waktu silam.

Abidzar al Ghifari, anak kedua sekaligus putra tertua pasangan Umi Pipik dan almarhum Uje memeluk erat ibunya, Umi Pipik, dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV beberapa waktu silam.
Abidzar al Ghifari, anak kedua sekaligus putra tertua pasangan Umi Pipik dan almarhum Uje memeluk erat ibunya, Umi Pipik, dalam acara Brownis yang tayang di Trans TV beberapa waktu silam.

Bahkan Abidzar mengaku dicibir karena sikapnya yang tak sesuai dengan anak ustaz. Abidzar mengaku sering mendapatkan komen-komen yang tidak jelas dari netizen.


"Ada komen-komen yang enggak jelas. Kayak misalkan lifestyle yang sekarang saja, orang-orang banyak yang enggak setuju. Makanya kalau mereka enggak setuju ya ngapain mereka follow, gitu," tambah Abidzar dikutip dari Youtube Trans TV Official.


"Orang-orang pengennya aku berpenampilan yang alim banget. Pakai koko atau segala macam. Tapi aku belum bisa seperti itu," tambah Abidzar.


Menanggapi itu, Ruben Onsu yang saat itu menjadi host acara Brownis tersebut, mengatakan dengan bijak bahwa keimanan itu kan adanya di dalam hati bukan hanya sekedar casing.


Abidzar mengaku diusianya yang masih muda saat ini ia masih mencari jati diri. Tapi ia dituntut dengan beban untuk menjadi seseorang seperti ayahnya, Uje, yang belum tentu kita juga bisa.


Ketika ditanya tanggapan sang ibunda yakni Umi Pipik soal penampilan Abidzar yang mungkin tak identik dengan penampilan yang 'alim', Abidzar justru menjelaskan bahwa ibundanya sangat memahami akan proses yang ia lalui saat ini yang tengah dalam proses pencarian.


"Umi malah sebenarnya enggak kenapa-kenapa, biasa saja. Karena Umi juga dulu kan melalui prosesnya," tandas Abidzar.


Abidzar mengakui bahwa dirinya adalah anak yang keras kepala. Dan sulit mengikuti orang lain.


"Aku ini anak keras kepala, Aries kan. Emang bener-bener tipe yang enggak mau ngikutin jalan orang. Maunya jalan sendiri aja," ungkap Abidzar.


Sebagai anak laki-laki tertua, Abidzar mengaku sosok ibundanya, Umi Pipik, sebagai sosok wanita kuat yang hebat karena bisa membesarkan keempat anak-anaknya tanpa sosok seorang suami baginya bahkan harus mencari nafkah sendiri.


"Hebat banget, membesarkan empat anak tanpa sosok suami dan mencari nafkah sendiri. Abidzar sayang banget sama umi," kata Abidzar tanpa menyadari saat itu Umi Pipik sedang berdiri tak jauh dari Abidzar.


Abidzar mengatakan ingin menghadiahi ibundanya mahkota melalui hafalan Quran-nya. Abidzar juga ingin meminta maaf karena mengakui bahwa memiliki banyak salah kepada Umi Pipik.


Mendengar hal itu, Umi Pipik menangis dan menghampiri Abidzar seraya memeluknya. Umi Pipik tak berhenti menangis hingga duduk di sebelah Abidzar.


"Umi jangan takut anaknya gimana-gimana, sudah gede kok, udah tahu jalanan itu bagaimana. Aku pengen ngasih Umi mahkota," kata Abidzar.


Seraya menangis, Umi Pipik mengatakan bahwa Abidzar adalah anak yang sangat peduli dan menyayangi ibunya. Meski memang Abidzar adalah anak yang keras kepala.


"Alhamdulillah memang Abidzar sudah hafal 3 juz. Anaknya memang keras kepala tapi sangat care dan sayang," kata Abidzar.


Abidzar mengatakan bahwa ingin proses pendewasaannya dan pencarian jati dirinya dihargai dan dihormati. Umi Pipik mengatakan sangat menghargai prosesnya selama masih tetap tidak meninggalkan salat dan ngajinya.


"Kalau orang-orang ingin saya meneruskan jejak ayah (Uje, red), ya sudah sabar, tunggu saja nanti. Nanti juga akan ada waktunya," kata Abidzar menegaskan.


Dengan bijak Umi Pipik mengatakan "Dulu ayahnya juga kan berproses. Jadi saya menghargai prosesnya. Selama memang tidak meninggalkan salat dan ngajinya," tandas Umi Pipik yang tak mampu menahan air matanya menangis pilu.


Umi Pipik menyampaikan harapannya agar Abidzar bisa kembali melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Akan tetapi Abidzar memiliki keinginan untuk menyanyi dulu, sinetron dulu, sehingga hanya bisa meminta doa-nya saja.


"Tetaplah menjadi anak yang baik, karena Abidzar ini pada dasarnya adalah aak yang baik, care, dan sangat peduli pada saya. Semoga bisa mengangkat derajat orang tua," pesan haru Umi Pipik kepada Abidzar.***